Proyek SFITAL dan Snapshot Lokasi Penelitian


Di Indonesia, SFITAL bekerja di Sumatera dan Sulawesi, di Kabupaten dengan potensi besar untuk meningkatkan petani kecilnya untuk rantai nilai komoditas yang berkelanjutan. Kabupaten tersebut adalah Labuhan Batu Utara (Provinsi Sumatera Utara), berfokus pada minyak kelapa sawit. Luwu Utara (Provinsi Sulawesi Selatan), fokus pada kakao.

 Provinsi Sumatera Utara adalah produsen minyak sawit ketiga terbesar, dan Provinsi Sulawesi Selatan adalah produsen kakao kedua terbesarpada tahun 2018 (Pusdatin, 2019). Dalam hal Produk Domestik Bruto, Sumatera Utara merupakan penyumbang terbesar kelima PDB Indonesia, sedangkan Sulawesi Selatan ada di urutan kesembilan.

 

Luwu Utara

Kabupaten Luwu Utara, dibentuk berdasarkan UU No. 19 tahun 1999 yang merupakan pecahan dari Kabupaten Luwu. Luas wilayah Kabupaten Luwu Utara adalah 7.502,08 kmĀ² dengan jumlah penduduk sekitar 312.883 jiwa, menurut data BPS tahun 2020. Secara Geografis, Kabupaten Luwu utara berbatasan dengan Sulawesi Tengah (utara), Kabupaten Luwu Timur (timur), Teluk Bone (selatan), dan Kabupaten Tana Toraja (barat).


Kabupaten Luwu Utara berjarak sekitar 324 km dari Makassar (Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan) dan 107 km dari Mamuju (Ibukota Sulawesi Barat). Lanskap Luwu Utara terkenal karena medan bergelombang, mulai dari pesisir ke daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai ketinggian 3.016 meter di atas permukaan laut tinggi. Kabupaten Luwu Utara juga dikenal sebagai salah satu produsen kakao dan beras yang penting di Selatan Sulawesi, dan baru-baru ini juga kelapa sawit. Kabupaten Luwu Utara secara administratif terbagi menjadi 15 kecamatan, 7 Kelurahan, dan 166 desa. Seko, Kecamatan Rampi, dan Masamba adalah tiga Kecamatan terbesar di Kabupaten Luwu Utara.

Labuhanbatu Utara