Luwu Utara

LUWU UTARA

Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten Luwu Utara mencakup luas 7.502,58 km²; dengan jumlah penduduk pada sensus 2010 sebanyak 287.606 jiwa. Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2010 terdiri dari 11 kecamatan administratif, dengan kota utama adalah Masamba.


Kabupaten Luwu Utara, didirikan pada tahun 1999, terletak di bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan berbatasan dengan Sulawesi Tengah di utara, Sulawesi

Barat Provinsi dan Kabupaten Toraja di sebelah barat, Kabupaten Luwu dan Teluk Bone di selatan, dan Kabupaten Luwu Timur di sebelah timur. Masamba, ini
ibukota, berjarak 324 km dari Makassar (Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan) dan 107 km dari Mamuju (Ibukota Sulawesi Barat).


Lanskap Luwu Utara terkenal karena medan bergelombang, mulai dari pesisir ke daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai ketinggian 3.016 meter di
atas permukaan laut tinggi. Luwu Utara juga dikenal sebagai salah satu produsen kakao dan beras yang penting di Selatan Sulawesi, dan baru-baru ini juga
kelapa sawit secara bertahap meluas ke kabupaten. Luwu Utara meliputi wilayah seluas 7.502 km² dan merupakan secara administratif terbagi menjadi 15
kecamatan dan 174 desa. Seko, Kecamatan Rampi, dan Masamba adalah tiga kecamatan terbesar di Luwu Utara, terdiri dari 28%, 21%, dan 14% dari Distrik
daerah (BPS Luwu Utara, 2020).


Pada tahun 2015, penggunaan lahan pertanian mencapai sekitar 614.000 hektar. Sekitar 4,4% atau 27.709 hektar lahan pertanian adalah sawah dan 95,6%
atau 586.320 hektar adalah pertanian lahan kering. Sekitar 83% dari area pertanian lahan kering, sekitar 488.098 hektar, dikategorikan sebagai hutan rakyat,
10% areal perkebunan, 5% pertanian tanah (ladang/tegalan) dan selebihnya 2% tanah yang tidak diolah. Sekitar 70,2% dari total penggunaan lahan di Luwu
Utara pada tahun 2015 adalah dikategorikan sebagai kawasan hutan lindung (RPJM Luwu Utara 2016-2021).


Sampai dengan tahun 2017, luas areal mangrove di Luwu Utara tercatat seluas 2.752 hektar, kawasan hutan lindung seluas 332.427 hektar, dan hutan kota
seluas 237 hektar (KPH Rongkong, 2017). Pengelolaan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan di Luwu Utara dirancang untuk hutan lindung (hutan lindung) di
bawah pengelolaan KPHL Rongkong, dengan luas total 419.155 hektar.