Cerita

Meluncurkan Sekolah Agroforestri Berbasis Digital: Memperluas Pembelajaran Digital untuk Petani dan Penyuluh

Upaya memperkuat kapasitas petani dan penyuluh kakao di Indonesia memasuki babak baru dengan diluncurkannya Sekolah Agroforestri Berbasis Digital melalui sebuah webinar nasional yang diselenggarakan pada 24 September 2025. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus perkenalan platform pembelajaran digital yang dirancang untuk menjawab tantangan praktik kakao dan kelapa sawit berkelanjutan di tingkat tapak guna mendukung pelestarian ekologi lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Webinar peluncuran ini menghadirkan perwakilan dari berbagai sektor yang terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan platform pembelajaran digital agroforestry ini. Diantaranya peneliti ahli CIFOR-ICRAF, para mitra program SFITAL, yakni MARS, Rainforest Alliance, MAFI, Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara dan perwakilan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku, termasuk pakar Digital Learning Content Developer, Haniyo Sakyamuni dari Monash University, Indonesia.

Haniyo memaparkan konsep dasar pembelajaran digital (e-learning), mulai dari pengertian, strategi pemanfaatan, prinsip inklusivitas, hingga pendekatan inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan kemudahan akses bagi petani di tingkat lokal. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa transformasi digital membuka peluang belajar yang lebih inklusif dan fleksibel bagi masyarakat, khususnya petani dan penyuluh, tanpa dibatasi jarak dan waktu.

“Pembelajaran digital memungkinkan pengetahuan agroforestri menjangkau petani hingga ke tingkat kebun, dengan cara yang lebih praktis dan kontekstual,” ujar Haniyo.

Platform Sekolah Agroforestri Berbasis Digital ini dirancang sebagai sarana belajar mandiri yang memadukan materi teknis, studi kasus lapangan, serta pendekatan visual yang mudah dipahami. Materi yang disajikan berupa video-video pendek, kuis, buku panduan dan referensi, serta infografik, yang kali ini telah dikembangkan tidak hanya membahas teknik budidaya kakao dan kelapa sawit berbasis agroforestri, tetapi juga manfaatnya bagi peningkatan produktivitas, ketahanan iklim, dan keberlanjutan penghidupan petani.

Para pembicara dalam webinar ini juga menyoroti pentingnya integrasi pembelajaran digital dengan pendampingan secara langsung di lapangan. Menurut mereka, pembelajaran digital dapat menjadi pelengkap strategis bagi penyuluhan konvensional, sekaligus memperkuat kapasitas penyuluh dalam mendampingi petani secara lebih efektif.

Peluncuran Sekolah Agroforestri Berbasis Digital khususnya untuk agroforestry kakao dan kelapa sawit ini mendapat respons positif dari peserta webinar, khususnya penyuluh dan praktisi lapangan, yang melihat platform ini sebagai sumber belajar baru yang relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan format digital, materi dapat terus diperbarui dan diakses kapan saja, guna mendukung proses peningkatan kapasitas jangka panjang.

“Pembelajaran digital khususnya agroforestri kakao dan kelapa sawit bukan sekadar praktik teknis, tetapi pendekatan lanskap yang membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan,” ungkap Endri Martini, peneliti ahli agroforestri, CIFOR-ICRAF.

Ke depan, Pembelajaran digital agroforestri kakao dan kelapa sawit diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang mendorong praktik agroforestri berkelanjutan di Indonesia. Melalui pembelajaran digital, agroforestri kakao dan kelapa sawit tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi dipraktikkan sebagai solusi nyata bagi petani, penyuluh, di tingkat lanskap yang lebih tangguh.

“Ketika pengetahuan mudah diakses, petani dan penyuluh akan lebih siap beradaptasi dan berinovasi,” tambah Haniyo.

Mari bergabung dan belajar bersama melalui https://e-learning.agroforestri.id/ untuk memperluas pengetahuan, memperkuat praktik, dan menumbuhkan masa depan agroforestri serta lanskap Indonesia yang lestari.

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin